Kamis, 28 Juni 2012

B-NEXT..B-NEXT B-NEXT B-NEXT WE CAN ! :)


Hello my blog!

Wah, kalau diperhatiin udah lama banget ya ga nge-posting di blog lagi. Hahaha. Maklum... kelas XI ini bener-bener waktu sibuk-sibuknya dan harus pinter-pinternya ngebagi waktu. Saya harus fokus ngurusin ekskul-ekskul, OSIS, belajar, les, dan...B-NEXT. Hmm, mungkin ada diantara kalian yang baca blog ini gatau apa itu B-NEXT dan mungkin juga ada beberapa yang udah tau. Jadi, belakangan ini saya juga disibukkan dengan acara-acara B-NEXT GENERATION LEADERSHIP COMPETITION. B-NEXT ini tuh merupakan ajang kompetisi kepemimpinan dengan misi untuk menjaring putra-putri terbaik kota Bogor sebagai pemimpin masa depan yang berkarakter dan amanah. B-NEXT ini merupakan suatu terobosan dan inovasi baru yang diadakan oleh Paguyuban Bogor, pimpinan Kang Bima Arya. Dalam perjalanannya, B-NEXT ini menurut saya benar-benar menjaring bibit-bibit unggul individu dengan berbagai karakter kepemimpinan. Untuk menyaring para pesertanya, seorang peserta B-NEXT harus melewati beberapa tahapan. Ya, memang untuk menjadi seorang pemimpin yang baik itu diperlukan perjuangan yang sangat besar. Tidak hanya perjuangan, melainkan waktu, tenaga, bahkan mungkin biaya. 

TAHAP 1 (Presentasi Proposal dengan tema Jika Aku Menjadi Pemimpin Masa Depan)

Foto dengan keempat kelompok dari SMA Negeri 6 Kota Bogor


Inilah awal perjuangan saya mengikuti B-NEXT beserta teman-teman saya yang berasal dari SMA Negeri 6 Kota Bogor. Mendengar tugas yang diberikan pada tahap 1 membuat proposal dengan tema Jika Aku Menjadi Pemimpin Masa Depan, saya langsung tertarik dan benar-benar bersemangat untuk membuat tugas tersebut bersama teman-teman kelompok BINGO, kami memanggil nama kelompok kami. Walaupun nama tersebut dibentuk dengan tidak sengaja, namun kami menaruh harapan dan makna yang mendalam, yakni Bright Intellectual Generation of Six. Pada saat proses pembuatan proposal tersebut, kelompok kami mengalami banyak perdebatan dan ide-ide. Ya, akhirnya…setelah menempuh diskusi yang cukup panjang, kami pun memiliki ide untuk menuangkan gagasan-gagasan kami. Sesuai dengan jumlah anggota kelompok, kami pun memiliki 10 bahasan inti yang menjadi masalah konkrit dalam kehidupan sehari-hari yang terjadi di Indonesia ini. Ada yang membahas mengenai lingkungan, kesehatan, ekonomi, sosial, budaya, politik, dsb. Setiap orang menuangkan ide-idenya dalam bidang-bidang yang mereka usung. Sedangkan untuk tahap finishing, seluruh anggota mengeluarkan pendapatnya dan kami pun memutuskan mana yang ditambahkan atau mana yang dikurangi agar proposal tersebut menjadi ‘pas’ isinya.Tidak hanya terpaku dari hasil kesepakatan kelompok, tetapi kami pun juga berkonsultasi dengan beberapa teman kami yang kami wawancara dan mintai pendapat serta guru di sekolah, yakni Bu Laksmi-Guru PLH dan Bu Siti Nurhasanah/ Bu Nunuy-Guru Sejarah. Pada tahap 1 ini, kami juga mengalami kesulitan dalam menyesuaikan waktu antar anggota, karena anggota kelompok BINGO tidak hanya berasal dari satu kelas saja, melainkan sekelompok perempuan  yang berasal dari kelas XI IPA 3, XI IPS 1, XI IPS 3 dan kenyataannya memang jam belajar kelas IPS di sekolah kami lebih sebentar dibandingkan jam belajar kelas IPA. Tetapi, masalah tersebut tidak membuat kami menyerah. Kami tetap bersemangat tanpa peduli lelah, tanpa terpaku pada masalah yang kami hadapi sampai akhirnya tibalah hari presentasi proposal tersebut.
Pada hari presentasi proposal, kelompok kami merasa deg-degan karena tidak sedikit diantara kami yang benar-benar baru pertama kali merasakan presentasi didepan umum, maksudnya bukan didepan guru/teman sekelas tetapi didepan orang awam yang mungkin kita belum pernah saling bertemu. Sesampainya kami di Paguyuban Bogor, kami mereview isi materi presentasi kami dan saling menyemangati agar tidak merasa nervous. Kami pun menunggu giliran hingga akhirnya kami dipanggil ke ruangan atas untuk presentasi proposal. Tetapi, karena waktu yang diberikan hanya sekitar 10 menit, jadi kami berunding dan memutuskan presentasi tersebut hanya dibawakan oleh satu orang, yaitu saya (R.Khairunnisa T.N). Keputusan tersebut bukan tidak beralasan dan bukan karena mereka mengandalkan semua itu kepada saya, tetapi karena alasan efisiensi waktu. Coba kita bayangkan, untuk pembukaan dan perkenalan dibawakan oleh satu orang, untuk slide pertama dibawakan oleh orang kedua, dst berapa lama waktu yang dihabiskan dan menurut kami itu sangat tidak efektif. Alhamdulillah, saya bisa membawakan presentasi tersebut dengan sebaik yang saya bisa dan seluruh poin-poin yang menjadi inti proposal kami dapat tersampaikan sesuai dengan waktu yang diberikan. Setelah presentasi, kami pun mendapat beberapa pertanyaan mengenai hukuman mati untuk para koruptor, bentuk-bentuk korupsi yang pernah dilakukan pelajar, dsb. Alhamdulillah kami menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan semangat. Ya, semangat itulah yang selalu saya bilang kepada teman-teman saya. Saya selalu bilang “Udah pede aja, yang penting kita tuh harus semangat dan lakuin yang terbaik. Insyaallah dikasih hasil yang terbaik juga”. Setelah menyelesaikan tugas pada hari itu, kamipun segera pulang ke rumah masing-masing.

Beberapa hari kemudian…. Hmm… kamipun tetap menjalani hari-hari kami seperti biasa, yaitu fokus belajar. Saat itu, di sekolah kami, kami sedang disibukkan dengan kegiatan berlatih dan mempersiapkan drama Bahasa Indonesia dan merangkai gerakan untuk Tes Senam Kelompok. Sepulang dari latihan drama Bahasa Indonesia, Chika Meiraniadhanisa (salah satu anggota kelompok kami) mendapat telfon dari Paguyuban Bogor bahwa kelompok BINGO lolos ke tahap berikutnya, yaitu tahap 2. Tak lama, dia pun mengabarkan berita tersebut ke seluruh anggota kelompok kami,termasuk saya. Saya merasa bersyukur dan semakin terpacu untuk ke tahap kedua.

TAHAP 2 (Outbond Problem Solving di Lapangan Sempur)

Saat berbaris di Balaikota Bogor
Berkumpul di Balaikota Bogor
Menunggu Keberangkatan ke Lapangan Sempur


Sambutan dari Bapak Ade Syarif

          Untuk tahap ke-2 ini sebenarnya bernama outbond, tetapi setelah saya mengikuti kegiatan tersebut menurut saya kegiatan itu adalah outbond problem solving. Outbond problem solving ini diperkirakan diikuti oleh ratusan atau malah sampai ribuan orang, saya kurang tau berapa jumlah peserta pastinya. Yang pasti, saat itu Lapangan Sempur menjadi penuh dengan Lautan Manusia. Hahaha. Tetapi, untuk sampai di Lapangan Sempur kami harus berkumpul terlebih dahulu di Balaikota Bogor jam 07.00. Sesampainya kami di Balaikota, kami segera konfirmasi untuk registrasi ulang dengan panitia lalu duduk-duduk dengan memegang bendera kelompok kami, bendera BINGO sambil menunggu kegiatan dibuka oleh Ketua Umum Paguyuban Bogor, Kang Bima Arya dan Walikota Bogor yang diwakili oleh Asisten Tata Praja Kota Bogor (Bapak Ade Syarif). Mengenai bendera BINGO, saya mau ceritakan sedikit saja cerita tentang bendera tersebut. Jadi, untuk outbond problem solving di Lapangan Sempur ini, setiap kelompok diwajibkan untuk membawa bendera kelompok masing-masing dan itu wajib. Nah, berkenaan dengan instruksi tersebut, akhirnya saya dan kelompok saya pun berunding untuk membuat bendera tersebut. Awalnya, kami meminta salah seorang anggota kelompok kami, yaitu Putri Andhita membuat desain bendera kelompok karena kami tahu bahwa ia sangat gemar menggambar, melukis, dan mendesain. Setelah ia menyelesaikan desainnya, kami pun sepakat untuk memakai desain buatannya dan langsung ke salah satu tempat percetakan untuk membuat bendera tersebut. Namun, pada saat hari H itu tiba, ketika kami buka bendera tersebut…HA? Kami semua kaget, kenapa benderanya jadi gambar itu? Kemarin kami sudah bilang kalau kami tidak mau menggunakan gambar itu, tetapi menggunakan desainnya Putri. Awalnya kami semua kurang merasa nyaman dengan desain bendera tersebut, tetapi yasudahlah kami pun menerima nya dan malah saling guyon. “Eh itu foto gue loh, eh itu foto gue loh *kalo udah kurus* hahaha”. Mengenai pembayarannya, kami berunding dan saya mengusulkan untuk patungan, tetapi sesuai dengan kemampuan. Jadi, biaya ratusan ribu untuk membuat bendera tersebut kami pikul bersama dengan tidak memberatkan satu sama lain. Misalkan, untuk anggota yang kurang mampu membayar kami berikan range antara Rp 5.000-Rp 15.000, untuk anggota yang ekonomi sedang rangenya antara Rp 20.000-Rp 25.000, untuk anggota yang ekonomi berlebih bisa > Rp 30.000. Alhamdulillah semuanya setuju dan akhirnya kami bisa melanjutkan perjalanan kami menuju Lapangan Sempur. Disana, kami mendapatkan beberapa tantangan, antara lain: Mengisi angka-angka 1-9 dalam kotak 3x3 dan harus jumlahnya 15 baik ke arah horizontal, membuat desain kerangka untuk tempat jatuhnya telur agar telur yang digantung dapat jatuh ke bawah tanpa retak/hancur, dan beberapa permainan outbond problem solving lainnya. Intinya, dalam outbond problem solving itu kita harus bisa bekerjasama satu sama lain, saling mendengarkan pendapat/masukkan antar anggota, membuat keputusan bersama agar dapat menyelesaikan tantangan-tantangan tersebut. Setelah kami menyelesaikan tantangan-tantangan dalam outbond problem solving tadi, kami pun beristirahat sambil melepaskan rasa lelah dan panasnya matahari yang kami rasakan. Berikut ini adalah cuplikan foto yang kami ambil :
Setelah Outbond Problem Solving
Saat istirahat di Lapangan Sempur
Sambil beristirahat, ada tantangan lain yang harus kami hadapi, yaitu setiap sekolah dipersilakan untuk berlomba-lomba menampilkan yel-yel terbaiknya yang disuarakan oleh para supporter beserta peserta B-NEXT. Supporter ini juga harus memiliki jiwa kompetitif, kreatif, inovatif, dan yel-yel yang dinyanyikan pun harmonisasinya dinilai oleh dewan juri untuk dipilih 5 supporter terbaik. Alhamdulillah, SUPERSIX (julukan untuk para supporter SMAN 6 Bogor), selalu siap untuk mendukung dan menyuarakan yel-yel SUPERSIX nya dihadapan dewan juri dan kami pun bersyukur karena SUPERSIX dapat menjadi salah satu dari 5 supporter terbaik. Alhamdulillah dan tetap semangat !!

Lomba Supporter (1)
Lomba Supporter (2)
SUPERSIX ! (Supporter SMAN 6 Bogor)

TAHAP 3 (Benah Kota)

Wild Card Team
          Untuk tahap ke-3 ini, sayang sekali saya tidak bisa melanjutkan tantangan dan instruksi yang diberikan oleh dewan juri bersama teman-teman anggota kelompok BINGO lagi, ya, karena hanya saya yang dipilih untuk lolos ke tahap berikutnya, yakni tahap BENAH KOTA. Oleh karena hanya saya yang lolos dari kelompok saya, saya pun dimasukkan kedalam kelompok gabungan (wild card) oleh dewan juri dari Paguyuban Bogor bersama teman-teman yang berbeda-beda SMA, ada Angel dan Laras dari SMA Regina Pacis, Munadzir dari SMAN 1, Nabilla dan Prasasti dari SMA Rimba Madya, Cikal dari SMKN 1, Afifah dari SMA Wikrama, Reza dari SMA Kamandaka, dan Sabil dari SMAN 6 juga namun sebelumnya berbeda kelompok dengan saya. Sebelum turun langsung dalam kegiatan BENAH KOTA, kami diwajibkan untuk berkumpul di Stasiun KA Batutulis untuk mempresentasikan hasil wawancara kelompok kami dengan masyarakat tentang permasalahan sampah di kota Bogor, pemisahan sampah, dsb. Pada saat itu, perwakilan dari kelompok Wild Card yang mempresentasikan adalah Munadzir dari SMAN 1 dan saya sebagai operator. Pada hari itu, Kang Bima Arya pun juga mengulas sedikit tentang Stasiun KA Batutulis ini yang memang merupakan stasiun tertua yang ada di Kota Bogor karena sudah berdiri sejak zaman Belanda menjajah dahulu. Beliau juga memberikan sedikit tips-tips cara berkomunikasi, menyampaikan presentasi, dll. Akhir kegiatan pada hari itu yakni dengan menginformasikan bahwa kami mendapat tantangan baru untuk membuat proposal kegiatan BENAH KOTA dan kelompok Wild Card mendapatkan daerah Kelurahan Mulyaharja, Kelurahan terbesar dan terluas di Kota Bogor. Awalnya, kami merasa surprised karena mendapatkan wilayah yang sangat luas. Tetapi, kami tetap optimis untuk merancang dan menjalankan kegiatan BENAH KOTA sebaik mungkin. Menurut opini saya pribadi, kegiatan BENAH KOTA itu sangat menarik dan saya berterima kasih sekali kepada Paguyuban Bogor yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut untuk menyalurkan cita-cita saya. Sejak lama, saya selalu bercita-cita ingin menjadi seseorang yang dapat mengubah dan berbuat banyak untuk Negara ini agar menjadi lebih baik. Ya, walaupun ini cakupannya masih di Kelurahan, tetapi saya merasa senang mendapatkan pengalaman yang sangat berharga sekali untuk mewujudkan impian-impian saya di masa depan. Aamiin.. J
Wild Card (Random Winner) di Stasiun KA Batutulis

Saatnya BENAH KOTA dimulai..
Pertama kami awali BENAH KOTA kelompok Wild Card dengan mempresentasikan proposal kegiatan BENAH KOTA kami di Kelurahan Mulyaharja dengan saya sebagai penyaji. Alhamdulillah, setelah selesai presentasi kami mendapat pujian dari dewan juri. Tetapi, hal itu tidak membuat kami terlena, karena sukses atau tidaknya presentasi kami adalah ketika kami terjun langsung ke lapangan. Awalnya, panitia menginformasikan bahwa pada saat presentasi di Paguyuban dan telah disetujui proposalnya maka akan langsung diberikan uang sebesar Rp 1.000.000 untuk melaksanakan program BENAH KOTA di masing-masing kelurahan tetapi pada hari H ternyata tidak. Sebenarnya, pada saat kami mendapat tugas pertama kali sewaktu di Stasiun KA Batutulis, kami sudah langsung survey-survey harga tempat sampah ke Pasar Bogor, lalu survey harga tanaman obat, tanaman pemberantas sarang nyamuk, dan keperluan-keperluan lainnya yang kami butuhkan untuk program BENAH KOTA 3R, Pemberantasan Sarang Nyamuk, dan Pembuatan Lahan Tanaman Obat. Dikarenakan kami ini kelompok gabungan, sulit untuk bertemu dan menyesuaikan waktu akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan uang anggota dulu. Ya gaapalah. Ujung-ujunya, kita diwajibkan mengambil uang BENAH KOTA di Pulo Geulis. Nah, jujur aja saya baru denger daerah Pulo Geulis. Hari itu, saya bersama Cikal yang ditugaskan oleh kelompok kami untuk ke Pulo Geulis tersebut dank arena kami masih belum tau pasti dimana lokasinya kami pun berangkat pagi-pagi. Karena sampai duluan dan acara belum dimulai, tiba-tiba saya dipanggil untuk mempersiapkan sambutan sebagai perwakilan peserta B-NEXT bersama Christopus (kalau tidak salah, hehe). Awalnya, deg-degan dan agak nervous, gatau juga mau ngomong apa. Lalu, ya saya sampaikan aja apa yang ada di kepala saya. Hahaha.
‘Dapet uang’ euy. Hahaha
B-NEXT..B-NEXT B-NEXT B-NEXT WE CAN !
Sambutan Dadakan-Me
Setelah selesai mengikuti acara di Pulo Geulis, akhirnya, beberapa hari kemudian kami memulai program BENAH KOTA kelompok kami. Inilah foto-foto yang kami ambil :

Pembuatan Lubang Biopori
Penanaman Tanaman Pemberantas Sarang Nyamuk dan
Tanaman Apotek Hidup




Sosialisasi Manfaat Tanaman Apotek Hidup kepada Warga
Proses Pengangkutan Sampah
Sosialisasi Apotek Hidup dengan Warga
 Proses Pembalikan Sampah untuk Menjadi Kompos

Pokoknya dalam BENAH KOTA ini kita tuh bener-bener ngerasain gimana susahnya terjun langsung ke lapangan, kita bener-bener dapet pengalaman yang berharga banget! Hmm.. ga nyesel deh saya sampe bulak-balik masuk angin dari rumah ke Mulyaharja, balik lagi, hampir tiap hari selama satu bulan full. Tapi, ya pasti ada aja kendalanya. Kendala yang dialami saat BENAH KOTA itu :
1.     Ada anggota yang ga pernah hadir, ditelfonin, dismsin ga diangkat ga dibales dan akhirnya kita anggep dia ngundurin diri karena sampai hari terakhir BENAH KOTA dia ga juga dateng (Munadzir).
2.     Tiba-tiba Laras dan Angel ngundurin diri karena mereka ga bisa ngebagi waktu antara ngerjain tugas di sekolah dan B-NEXT ini.
3.     Cikal yang banyak acara jadi panitia di SMKN 1.
4.     Banyaknya ulangan dan tugas di sekolah jadi ngebuat pusing kepala mana yang mau diselesaikan terlebih dahulu.
5.     Mengumpulkan warga.
6.     Beda pendapat antar anggota.
7.     Diharkosin sama juri. Wah? Iya, jadi misalkan kita janjian jam berapa nah terus pas kita udah dateng semua jurinya malah ga dateng padahal udah nyiapin semua-semuanya. Tapi pernah sekali sih kebalikannya, ada jurinya tapi yang dateng hanya saya dan prasasti aja. Hahaha.
Ya, mungkin sekilas aja kali ya tentang BENAH KOTA Wild Card di Kelurahan Mulyaharja.







TAHAP 4 (Leaders Camp)



Alhamdulillah banget bisa lolos sampai ke tahap 4, yaitu Leaders Camp. Leaders Camp ini akan diadakan di Makati tanggal 29-30 Juni 2012. Ya, besok tepatnya. Persiapan saya untuk mengikuti ini ya makan yang banyak, jaga kesehatan aja, ga muluk-muluk laah..Di leaders camp nanti katanya acaranya outbond kepemimpinan, kalau untuk gambaran gimana acaranya nanti ya mungkin seperti outbond-outbond yang pernah saya/kalian ikuti tetapi ditambah dengan pembekalan materi kepemimpinan. Insyaallah, untuk tahap 4 ini saya tetap akan semangat dan memberikan yang terbaik untuk semuanya terutama keluarga, teman-teman, dan guru-guru yang telah mendukung saya selama ini untuk tetap eksis dalam B-NEXT. Harapan saya, semoga saya dapat lolos ke tahap berikutnya untuk menjadi THE NEXT LEADER karena saya tetap ingin menantang kemampuan kepemimpinan saya untuk memperbaiki dan berbuat lebih banyak lagi untuk orang banyak, Negara saya, dan khususnya kota Bogor. Tetap dukung saya yaaa untuk tetap lanjut ke final ! J
B-NEXT………B-NEXT B-NEXT B-NEXT WE CAN !